Rabu, 15 Desember 2010

Sempat terlintas dalam hati aku
kalau kehilngan seorang yang disebut dengan "PACAR" semua akan berubah
'ya' mungkin perubahan itu ada TAPI kaliand salah kalu PUTUS CINTA itu akhir dari segalanya
buwat aku " PUTUS" menjadikan sebuah pembelajara tersendiri buwat diri aku

CINTA???ya CINTA
cukup tersenyum tipis mendengar kata-kata CINTA
CINTA itu cuma gitu-gitu aja
ketemu
kenalan
pdkt
suka
sayang
cinta
jadian
berantem
baikan
berantem lagy
baikan lagy
PUTUS
NANGIs

udah gitu-gitu aja tuh CINTA
ga ada menariknya

kenapa w bisa ngomong gitu karna w dah terlalu BODOH mengistimewakn kata CINTA
cuma krna CINTA diri w merasa TERBODOHI
cuma karna CINTA hidup w GA BEBAS
SHITTTTTTTT sama semuanya....

'CINTA' yang indah itu
ga saling memaksa
ga saling membodohi
ga saling membohongi
ga saling nyakitin
ga saling memperbudak
DAN  SALING PERCAYA

aku ga yakin orang yang PACARAN  zaman sekarang ada yg benr-bener saling percaya???
kenapa aku bisa ngomong gitu karna w sendiri pun kaya gitu bahkan disekeliling aku pun begitu

CINTA SEJATI ???
ada yang percaya ??
'ya' mungkin ada
tapi buwat aku itu terlalu NAIF

Aku memang tersakiti oleh CINTA
tapi itu ga membuwat aku depresi atau apalah seperti kebanyakan orang yang PUTUS CINTA
merasa kehilangan KEKASIH ?? itu wajar
Tapi merasa KEHILANGAN SEMAGAT HIDUP

karna PUTUS CINTA
ITU GA WAJAR

                                                                  
Senyum indah itu tak lagy terlihat
tawa riang dari dirinya tak lagy tampak
kehangatan dari dirinya TIDAK dapat lagy kami rasanya
canda tawa MU kini tergores di dalm HATI ini 


SAHABAT....


kau pergy, 
entah kapan kami akan menyusul mu
rasa rindu ini sangat melekat 
ingin rasa diri ni 
terbang ke langit
memohon agar kau kembali 


tapi apa daya diri ini tak mampu
seuntai doa yang dapat kamu hantarkan pada mu 
sunguh indah kenangan itu..


sangat sulit mencari SAHABat 
seperti mu..
tak pernah dan tak akan pernah 
KU TEMUKAN 

Selasa, 14 Desember 2010

AKU BAHGIA

Bahagianya AKU melihat dirinya telah bersama yang lain, harapan ku hanya SATU ia dapat BERUBAH
Begitu bahagia melihat seseorag yang kita SAYANGI bisa bersama orang lain yang dapat MEMBAHAGIAkan nya.
Walau tak memungkiri hati ini SAKIT
Tapi KEBAHAGIANNYA jauh dari segalanya
Air mata yang  jatuh bukan air mata KESEDIHAN
Tapi air mata yang jatuh ini menandakan KEBAHAGIAN ku
"ya" kebahagian ku dapat melihat DIA Bahagia
Munafik bila ku katakan, AKU uda ga SAYANG sama KAMU
'maaf ' AKU bukan orang seperti kamu

Seseorang yang bisa kapan saja memanfaatkan situasi
'maaf'' AKU bukan KAMU yang dengan gampangnya bilang " SAYANG' keorang lain
'Mmaaf'' AKU bukan KAMU yang dengan mudah MENCAMPAKKAN seseorang yang pernah hadir dalam HIDUP KU
'maaf' AKU masi punya HATI dan PERASAAN
AKU BUKAN KAMU

Senin, 13 Desember 2010

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”
Cerita ini ditulis oleh Cristine Will
Cerita ni w ambil dri salah satu web



HARUS BERSIKAP BAGAIMANA AKU





1 kejujuran telah aku dengar dari dirinya
saat itu ga tau harus SENENG atau SEDIH denger pengakuan dari DIA
Tapi seharusnya aku SENENG karna untuk 1X nya Dia bisa terusterang gitu
Begitu SAKIT denger semua yang DIA ucapin , tapi hati ini berusaha KERAS untuk menerima sebuah KENYATANN ini , sudah berapa lama AKU menunggu saat-saat KEJUJURAN dari dia dan kini semua telah aku dapatin .
Akhirnya kini mungkin sudah waktunya aku melepas DIA, walau HATI ini SAKIT tapi bagaimanapun AKU harus bisa menerima ini semua.

Suatu ketika dia JANJI ma w mau BERUBAH ??? JUJUR aku ga yakin sangat-sangat dan amat ga yakin sama JANJI dia itu g tau kenapa ??
karna buwat aku semua yng udah dia kasi ke AKU , semua hanaya KESAKITAN , dan semua janji yang DIA kasi ke AKU cuma omong kosong belaka,

BUWAT KAMU ??IA KAMU yang udah buwat HATI ini SAKIT TERAMAT SAKIT
1 kata yang ingin AKU ucapin TERIMAKASIH untuk SELURUH KESAKITAN YANG KAMU KASI

Minggu, 12 Desember 2010

SAMPAI KAPAN SEMUA



1 tahun ???ya 1 tahun bukan waktu yang sebentar buwat aku menjalin hubungan dengan seseorang
begitu banyak lika-liku yang aku alami selama 1 tahun itu , ya meski dalam 1 tahun itu aku sama dia putus,sambung terus ..
Binggung JUJUR dari hati aku terdalam , dengan semua yang aku alami ini, saat ini semua udah BERAKHIR hampir 1 bulan hubungan aku sama DIA kandas. Awal kita Putus semua berubah sikap dia yg dingin banget ke aku, sikap dia yang jutek ga karuan ke aku,
Tapi entah angin apa yang ngebuwat dia berubah drastis ke aku , sikap juteknya dingin nya sekarang udah ga DIA perlihatin lagy justrus berbalik 180 derajat jadi BAIKKKKKKKK banget, JUJUR saat itu aknu bertanya2 kenapa dia bisa kaya gini , tapi ya namnay aku amsi sayang aku berfikir ga salah ko dia jadi baik gitu.

Hari demi ahri aku lewatin sama dia, kedekatan kita bagai masi bisa dibilang kaya orang PACARAN , walau sebenernya GA . JUJUR aku bener2 binggung dengan semua ini
tapi SEKARANG ?? seua berbalik lagy, DIA yang jutek , dia yang dingin dan dia yang ga peduli ., sedih bgt dengan semua itu ,aku g pernah tau kenapa dia bisa bersikap kaya gitu ...

Hati kecil aku bilang " w harus bisa lupa dia " tapi diri w ga yakin w bisa..
SAMPAI KAPAN AKU HARUS ADA DALAM KEADAAN KAYA GINI KEADAAN YANG NGEBUWAT AKU BINGGUNG, SEDIH

baca dech

Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina
Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chating. Namun lambat laut akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Asy Syaukanirahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.”[1] Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.
Kedua:  Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan
Padahall Allah Ta’ala perintahkan dalam firman-Nya,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. An Nur: 30). Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[2]
Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat, namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina).
Keempat: Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.[4]
Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini, bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaran-pelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami, maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami, judi islami, arak islami, dan seterusnya.
Menikah, Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih
Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
« لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ »
Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.[5]
Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah. Namun ingat, syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Wahai para pemuda[6]barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[7] Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima’ yaitu mampu berhubungan badan. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. Yahya bin Syarf An Nawawirahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah.[8] Itulah yang lebih tepat.
Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. Ingatlah, bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. Ibnul Qayyim rahimahullahmengatakan, “Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan.”[9]
Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta
Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah.
Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah.
Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”[10]
Kedua: Banyak memohon pada Allah
Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)
Ketiga: Rajin memenej pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya. Mujahid mengatakan, “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah.”[11]
Keempat: Lebih giat menyibukkan diri
Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[12]
Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran.”  Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.” Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.[13]
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

CERITA PADA SEBUAH GUBUK YANG SEPI






Ini hanyalah sebuah cerita tentang sebuah gubuk yang kini di tinggali oleh seorang nenek renta. Menyedihkan memang, karena sang kakek telah tiada beberapa tahun silam tapi apadaya sang nenek harus tetap melanjutkan hidup walaupun tanpa sang kakek. Dari luar nenek tersebut memang terlihat tegar tapi saya tetap yakin di dalam hatinya sang nenek pasti merindukan sang kakek yang senantiasa menemaninya dalam suka dan duka sampai beberapa tahun silam.

Detik dan menit pun berlalu tanpa terhentikan, sekarang adalah hari raya idul fitri kedua yang di jalani nenek tersebut tanpa kehadiran sang pujaan hati di sampingnya, perih memang namun kehadiran sang anak dan cucu tercinta di sampingnya akan sedikit mengobati kesepiannya itu. Sadar atau tidak kehadiran anak dan cucu sang nenek pada setiap lebaran seolah memberikan semangat baru bagi sang nenek, setiap gerakan yang di perlihatkannya seakan ingin membuktikan bahwa dia adalah seorang nenek yang tegar tanpa kehadiran sang suami.

Ah...memang seorang nenek yang sangat menarik ku kira. Bukan hanya karena ketegarannya dalam menjalani kehidupan tanpa sang suami namun juga karakteristik yang di punyai oleh nenek ini, mulut yang ceplas ceplos menjadi ciri khas nenek ini, bak seorang kritikus sastra, komentar- komentar pedaspun kerap meluncur dari mulut nenek ini. terkadang ku hanya tertawa mendengar komentar dari nenek ini...tapi satu hal yang pasti ku sangat sayang dan bangga dengan beliau. Dengan segala keterbatasan yang di milikinya dia mampu untuk mendidik dan memberikan nasib yang lebih baik kepada seluruh anak-anak dan cucu-cucunya.

Seperti yang di katakan banyak orang, tak ada yang dapat menghentikan waktu, hal ini pun harus di hadapi oleh sang nenek. Lebaran telah berlalu beberapa hari dan sekarang telah tiba saatnya bagi sang nenek untuk berpisah kembali dengan salah satu anak beserta seluruh cucu-cucunya. Anak dan cucu-cucunya itu akan kembali ke sebuah daerah di dekat danau terbesar yang ada di indonesia ini dan juga akan kembali ke sebuah kota yang identik dengan praktek kapitalis yang keberadaannya sebagai ibukota negara menjadi terancam belakangan ini. Sebuah peristiwa yang sebenarnya sangat tak di kehendaki bukan hanya oleh sang nenek tapi oleh kami semua yang akan di tinggalkan. Karena memang walaupun hanya satu bulan mereka telah memberikan sebuah warna baru dan semangat baru bagi sang nenek dan kami semua.

Saat-saat perpisahan ini akan menjadi hal yang berat bagi kami semua yang di tinggalkan terutama sang nenek karena itu artinya sang nenek harus kembali menyepi di gubuk itu. Satu hal yang kerap teringat ketika detik-detik perpisahan ini adalah sebuah peristiwa pada lebaran beberapa tahun silam ketika sang kakek masih hidup. Lebaran waktu itu sangat spesial karena seluruh anak dari kakek dan nenek itu pulang ke gubuk itu dan meramaikan gubuk yang biasanya sepi itu. Tak hanya itu tetesan air mata yang di keluarkan oleh sang kakek ketika detik-detik perpisahan dengan anak-anak beliau setelah lebaran menjadi salah satu peristiwa yang mengharukan tahun itu.