Rabu, 15 Desember 2010

Sempat terlintas dalam hati aku
kalau kehilngan seorang yang disebut dengan "PACAR" semua akan berubah
'ya' mungkin perubahan itu ada TAPI kaliand salah kalu PUTUS CINTA itu akhir dari segalanya
buwat aku " PUTUS" menjadikan sebuah pembelajara tersendiri buwat diri aku

CINTA???ya CINTA
cukup tersenyum tipis mendengar kata-kata CINTA
CINTA itu cuma gitu-gitu aja
ketemu
kenalan
pdkt
suka
sayang
cinta
jadian
berantem
baikan
berantem lagy
baikan lagy
PUTUS
NANGIs

udah gitu-gitu aja tuh CINTA
ga ada menariknya

kenapa w bisa ngomong gitu karna w dah terlalu BODOH mengistimewakn kata CINTA
cuma krna CINTA diri w merasa TERBODOHI
cuma karna CINTA hidup w GA BEBAS
SHITTTTTTTT sama semuanya....

'CINTA' yang indah itu
ga saling memaksa
ga saling membodohi
ga saling membohongi
ga saling nyakitin
ga saling memperbudak
DAN  SALING PERCAYA

aku ga yakin orang yang PACARAN  zaman sekarang ada yg benr-bener saling percaya???
kenapa aku bisa ngomong gitu karna w sendiri pun kaya gitu bahkan disekeliling aku pun begitu

CINTA SEJATI ???
ada yang percaya ??
'ya' mungkin ada
tapi buwat aku itu terlalu NAIF

Aku memang tersakiti oleh CINTA
tapi itu ga membuwat aku depresi atau apalah seperti kebanyakan orang yang PUTUS CINTA
merasa kehilangan KEKASIH ?? itu wajar
Tapi merasa KEHILANGAN SEMAGAT HIDUP

karna PUTUS CINTA
ITU GA WAJAR

                                                                  
Senyum indah itu tak lagy terlihat
tawa riang dari dirinya tak lagy tampak
kehangatan dari dirinya TIDAK dapat lagy kami rasanya
canda tawa MU kini tergores di dalm HATI ini 


SAHABAT....


kau pergy, 
entah kapan kami akan menyusul mu
rasa rindu ini sangat melekat 
ingin rasa diri ni 
terbang ke langit
memohon agar kau kembali 


tapi apa daya diri ini tak mampu
seuntai doa yang dapat kamu hantarkan pada mu 
sunguh indah kenangan itu..


sangat sulit mencari SAHABat 
seperti mu..
tak pernah dan tak akan pernah 
KU TEMUKAN 

Selasa, 14 Desember 2010

AKU BAHGIA

Bahagianya AKU melihat dirinya telah bersama yang lain, harapan ku hanya SATU ia dapat BERUBAH
Begitu bahagia melihat seseorag yang kita SAYANGI bisa bersama orang lain yang dapat MEMBAHAGIAkan nya.
Walau tak memungkiri hati ini SAKIT
Tapi KEBAHAGIANNYA jauh dari segalanya
Air mata yang  jatuh bukan air mata KESEDIHAN
Tapi air mata yang jatuh ini menandakan KEBAHAGIAN ku
"ya" kebahagian ku dapat melihat DIA Bahagia
Munafik bila ku katakan, AKU uda ga SAYANG sama KAMU
'maaf ' AKU bukan orang seperti kamu

Seseorang yang bisa kapan saja memanfaatkan situasi
'maaf'' AKU bukan KAMU yang dengan gampangnya bilang " SAYANG' keorang lain
'Mmaaf'' AKU bukan KAMU yang dengan mudah MENCAMPAKKAN seseorang yang pernah hadir dalam HIDUP KU
'maaf' AKU masi punya HATI dan PERASAAN
AKU BUKAN KAMU

Senin, 13 Desember 2010

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”
Cerita ini ditulis oleh Cristine Will
Cerita ni w ambil dri salah satu web



HARUS BERSIKAP BAGAIMANA AKU





1 kejujuran telah aku dengar dari dirinya
saat itu ga tau harus SENENG atau SEDIH denger pengakuan dari DIA
Tapi seharusnya aku SENENG karna untuk 1X nya Dia bisa terusterang gitu
Begitu SAKIT denger semua yang DIA ucapin , tapi hati ini berusaha KERAS untuk menerima sebuah KENYATANN ini , sudah berapa lama AKU menunggu saat-saat KEJUJURAN dari dia dan kini semua telah aku dapatin .
Akhirnya kini mungkin sudah waktunya aku melepas DIA, walau HATI ini SAKIT tapi bagaimanapun AKU harus bisa menerima ini semua.

Suatu ketika dia JANJI ma w mau BERUBAH ??? JUJUR aku ga yakin sangat-sangat dan amat ga yakin sama JANJI dia itu g tau kenapa ??
karna buwat aku semua yng udah dia kasi ke AKU , semua hanaya KESAKITAN , dan semua janji yang DIA kasi ke AKU cuma omong kosong belaka,

BUWAT KAMU ??IA KAMU yang udah buwat HATI ini SAKIT TERAMAT SAKIT
1 kata yang ingin AKU ucapin TERIMAKASIH untuk SELURUH KESAKITAN YANG KAMU KASI